Banyak yang bilang kalau blog anda ingin sukses, isinya harus bagus. Bahkan hebat! “Content is king,” begitu kata mereka.
Pernyataan atau saran ini mudah sekali anda temukan di mana-mana. Dari tulisan di media massa sampai omongan para tetangga. Di hutan rimba internet jumlahnya pasti bisa sampai ribuan. Saya belum coba, tapi kalau anda mau melakukannya coba ketik query “content is king”di search engine, hasil yang muncul kalau anda mau buka satu persatu membacanya butuh waktu tujuh hari tujuh malam mungkin…
Yang pasti, jika isi blog bagus banyak yang suka. Kalau jelek, jangan harap bisa laris.
Soal urusan bagus tidak bagus ini semua orang juga sudah tahu. Sampai anak kecil yang usianya belum akil baligh pun sudah tahu hal ini. Anak saya yang masih di playgroup sudah pintar mempraktekkannya. Ketika pilah pilih mainan contohnya, dia tak mau melirik mainan yang dilihat saja sudah bikin ‘mata sakit’ alias tak sedap dipandang. Mungkin baginya bentuknya aneh dan tak cocok dengan dunia imajinasi anak-anak. Kalau dipegang rasanya kurang kuat alias bahannya mudah rusak dan ketika dimainkan juga tak menarik atau mbosenin, pasti dia emoh pilih.
Yang dia pilih bahannya kokoh (karena biasanya buat dibanting-banting ;) ), bentuknya sering ia lihat (kadang dikompori oleh acara anak di televisi juga), dan cara memainkan bisa digabungkan dengan ‘gerombolan’ mainan yang sudah ia punya.
Dan biasanya yang seperti ini harganya lebih ‘elit’. Tapi soal harga tak masuk pertimbangannya. So, dia tak peduli soal harga, yang penting dia bertekad bulat harus punya. Apalagi kalau sudah sambil merengek, tawaran mainan lainnya meski ditambahi iming-iming es krim pasti ditolaknya mentah-mentah…
Ya mau apalagi, pasti isi saku lebih dalam rela saya rogoh. :-) “Sayang anak sayang anak pak…” kata penjual mainan sambil tersenyum.
Kembali soal content blog, begitu pula kira-kira yang terjadi kalau isi blog kita sangat bagus. Pengunjung pasti tak rela ketinggalan setiap posting yang kita buat. Apapun yang kita tawarkan pasti akan ‘dilahapnya’ habis. Kalau sudah begitu, sepertinya semua yang kita buat menjadi begitu bernilai bagi mereka. Kalau tak punya atau tak baca, rasanya bisa ketinggalan dan hidupnya jadi tak lengkap…